Showing posts with label Random. Show all posts
Showing posts with label Random. Show all posts

Sunday, 2 April 2017

The Man With Sad Eyes

I don’t know what you’ve been through
But the way you stare at emptiness
I feel like your mind wanders to some place you’d rather be
Some place where you feel happier and lighter
Or you imagine the better person you could’ve been
Someone who fulfill all of his dreams and never took the wrong path

What have you been through?
Where are you rather be?
What kind of person do you want to be?

Your eyes, they never sparks happiness
When you laughed, your eyes refused to conspire
And when your laugh fades, the gloomy skies came back
As if it never really go away

What pain have you endured?
Why don’t you let it out?
Why do you bear it yourself?

I want to hug you
Make you feel safe to share your pain
To show you that I’m strong and I can handle your pain
Because whatever you’ve been through
No one deserve to feel such pain alone

In the world full of colors

No one should ever laid out sadness through their eyes.

Tuesday, 17 April 2012

Negara Sekuler

Beberapa waktu yang lalu, gue baca di account twitter seseorang yang membicarakan mengenai membentuk Indonesia menjadi sebuah negara sekuler.
Sebelumnya, negara sekuler berarti negara tidak turut campur dalam urusan agama rakyatnya sehingga semua kebudayaan beragama negara sekuler tidak diurus oleh pemerintah negara. Rakyat bebas memeluk agama atau tidak memeluk suatu agama. Tidak ada departemen atau lembaga pemerintahan khusus menangani urusan agama dan negara tidak berkewajiban untuk memberikan dana untuk lembaga-lembaga  agama otonom dan juga tidak akan ada pendidikan wajib untuk agama di sekolah-sekolah di Indonesia.

Hal ini, menurut gue sedikit bertentangan dengan pancasila dimana sila pertama berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Sila tersebut sudah menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang mengakui Ketuhanan dan melaksanakan segala urusan negara dibawah asas Ketuhanan. Selain itu Indonesia juga mengakui lima agama yaitu islam, kristen, katolik, hindu, dan buddha sehingga ini menjelaskan bahwa Indonesia masih mengurus segala urusan keagamaan penduduknya.

Isu menjadikan Indonesia negara sekuler mungkin berawal dari ketidakjelasan mengenai aliran-aliran agama yang diakui di Indonesia dan juga keributan antar warga yang dilatar belakangi oleh perkara agama. Agama yang saya tahu mempunyai banyak aliran di Indonesia adalah islam. Aliran-aliran agama islam di Indonesia tercipta karena adanya perbedaan dalam menjalani ibadah sehari-hari dan juga perbedaan dalam pemahaman aturan-aturan yang diajarkan agama Islam. Aliran-aliran ini tidak dikatakan menyimpang selama mereka masih mengakui Allah SWT sebagai Tuhan YME dan Muhammad SAW sebagai rasulullah yang menjadi rasul penutup dan imam seluruh umat islam di dunia serta tidak menyalahi aturan-aturan yang bersumber dari Al-Quran dan Hadist. Kebebasan dalam memilih aliran suatu agama menimbulkan pemikiran bahwa Indonesia bisa saja menjadi negara sekuler, karena tidak melarang rakyatnya memeluk aliran agama manapun. Keributan antar pemeluk agama berbeda juga menjadi salah satu faktor pendorong untuk menjadikan Indonesia negara sekuler. Keberadaan agama-agama yang diakui di Indonesia sering dikatakan sebagai penyebab keributan antar pemeluk agama yang berbeda, karena kurangnya toleransi dan saling menjelekan agama lain. Dengan menjadikan Indonesia negara sekuler, nilai-nilai agama tidak lagi terlalu ditanamkan dan juga budaya-budaya agama yang tadinya disupport pemerintah juga dihilangkan sehingga diharapkan berkurangnya perdebatan dalam membicarakan atau membandingkan setiap agama berbeda di kehidupan sehari-hari

Menurut saya, budaya beragama di Indonesia merupakan dasar dari budaya saling menghormati dan menjaga perdamaian di masyarakat. Perbedaan dalam keyakinan dan dalam menjalankan ibadah masing-masing agama tentu secara tidak langsung mengajarkan untuk toleransi akan perbedaan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap agama pada dasarnya selalu mengajarkan kebaikan dan mencintai kedamaian dan bisa dikatakan mempunyai tujuan yang sama: menciptakan keharmonisan dalam hidup di dunia dan keselamatan di akhirat (bagi agama yang meyakini adanya akhirat). Jika agama dikatakan menjadi salah satu penyebab pecahnya keributan di masyarakat tentu tidak masuk akal, melainkan ego dari setiap pemeluknya yang berkeinginan untuk membuktikan siapa yang paling benar yang bisa menjadi salah satu faktor keributan antar pemeluk agama.

Intinya saya berpendapat bahwa menjadikan Indonesia negara sekuler tidak akan menyelesaikan pertentangan-pertentangan antar agama yang sering terjadi di tengah masyarakat karena keberadaan agama bukanlah penyebabnya melainkan ego dari pemeluknya sendiri yang seringkalimenyebabkan pertentangan. Dan jika agama tidak lagi diatur negara, saya takut masyarakat akan hilang kesadaran untuk menjalani hidup sesuai aturan agama. Memang seharusnya seseorang dalam memeluk suatu agama tanpa paksaan dan dengan hati yang ikhlas dan yakin, namun jika budaya beragama di lingkungan masyarakat menghilang bisa saja masyarakat tidak lagi menjalankan aturan-aturan agama yang tadinya memberikan efek positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Ini hanya pendapat saya saja yang tentunya banyak kekurangan karena saya bukanlah orang yang ahli dalam urusan agama maupun ketatanegaraan.

Tuesday, 7 September 2010

Just Skip This One

I've been thinking lately about Why do boys still interested in other girls while they already had a girlfriend?

I know some of my guy friends who already had girlfriends, are still interested on other girls. They're not cheating, just admiring and flirting a bit. Maybe for some people it doesn't really matter, as long as the boys are loyal to their girlfriends.

But for me?
Hello? If I had a boyfriend doing that, I'd better broke up with that guy. Seriously, it's hurtful, isn't it? Having your boyfriend saying, "If I could go out with another girl, it would be her." and 'her' in this part is definitely not you.
It's such a pain in ass and pathetic, cos this means that your boyfie doesn't think that you're the best they can ever had, there's still another girl.

This is just my point of view, anyway...

Tuesday, 22 June 2010

Yeah well...

I just watched Elizabeth,
I don't really understood nor got the point of the movie, but it did make me cry a river...
The love story between Queen Elizabeth and Lord Robert is so.... well I don't know how to explain. It was just the sweetest love at the beginning but it ended very very sad.

You know...
When two best friends becoming lovers, when they already know each other better than anyone else. What could be more romantic?
Lord Robert, as in my point of view, had unlimited, unconditional, endless love for Elizabeth.
And for Elizabeth, she never met someone who could make her as comfortable as when Robert's around.
See? How they should be end up together?

But we can't ignore the world where they lived, the kingdom. Elizabeth will fulfill her destiny to be the Queen of England, while Robert is just a gentleman.
I hate a meant-to-be-together-but-didnt-happen love story, I really do.

Sunday, 20 June 2010

How Do You Know?

The One.
Oh yeah, this 'the-one' is the most wanted person in our life right?
But how do you know if he is the one? And how do you know when he is not the one?
Maybe you already knew this question from Sex and the City series, and seriously, how do you know?

Is 'the one' the person who..
always care about us?
always asking us "hows your day goin?"
makes us laugh most of the time?
makes a late-nite phonecalls?
always there for you? Loving you unconditionally?

How if there is that person, who did all those things above, but it still not enough make you sure that he is the one?
or
You both are madly in love, but somehow, you know he's not the one for you.
How do you supposed to do? Let him go or be with someone who is wrong?
And that lead us to other question..

Is he Mr. Right or Mr. Right-now? that question was also something you've heard right.

So how do you answer all of these questions? With your heart?
Then it means you depends on your heart right? But how if even your heart doesn't know the answer? You know how it afraid to be broken when it gives the wrong answer.

I think the answer is faith
Yes, back to that old quote, "if it were meant to be, it meant to be."
Or in our own country famous quote "kalau jodoh ga kemana."
Yes, let's hope that's true.

Well, this just a pointless thought of mine.